Phototransistor Sebagai Sensor Sistem Pengapian{Ignition System}

Phototransistor merupakan sensor elektronik yang bekerja berdasarkan terhubung dan terputusnya cahaya dari Led ke Transistor penerima yang sensitif terhadap cahaya, dengan prinsip kerja: apabila tegangan mengalir ke dioda(LED) maka Led akan menyala(memancarkan cahaya), apabila cahaya mengenai phototransistor, maka transistor akan bekerja, secara otomatis colektor akan terhubung ke ground dan Vout akan bernilai rendah/nol. Beggitu pula saat cahaya dari Led terhalang dan tidak menerangi phototransistor makan phototransistor akan OFF, sehingga Vout menjadi High/5Volt.

Dengan sistem kerja yang simpel ini kita dengan mudah menjadikan phototransistor menjadi sensor sistem pengapian, dengan tegangan triger output yang tentunya sudah digital dengan triger pulsa high /low pada 0-5 volt.

Keuntungan sistem sensor yang menggunakan phototransistor antara lain:

1. Vout Sudah Digital.

2. Tidak butuh preamp penguat signal.

3. Operasi tegangan rendah (5V).

4. Proyek pembuatan sensor lebih mudah.

Kelemahan sistem sensor yang menggunakan phototransistor antara lain:

1. Rawan Kotoran.

2. harus mengerti elektronik walau sedikit.

3. Butuh regulator stepdown dari 12V ke 5V.

4. untuk sistem pengapian langsung akan mengunci ON terus atau OFF terus saat sensor tidak berputar.(Rawan terbakar pada Coil dan Driver sistem pengapian)

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: